Petani Padang Panjang Berdaya! Wujudkan Pertanian Organik dengan Dekomposer dan Pupuk Mandiri
Laporan Padang Panjang- Langkah nyata menuju kemandirian dan keberlanjutan petani kembali digaungkan di Kota Padang Panjang. Puluhan petani setempat dibekali dengan ilmu praktis untuk memproduksi sendiri dekomposer dan pupuk organik berbahan baku lokal. Inisiatif ini diharapkan menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus mendorong percepatan pertanian organik yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga : Komitmen Jamin Keamanan Warga Pemko Gelar Apel Sinergi Seluruh Elemen Pertahanan
Kegiatan pelatihan yang digelar selama dua hari (Selasa-Rabu) oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Padang Panjang ini tidak hanya sekadar teori. Bertempat di aula Dispangtan, para peserta langsung diajak untuk mempraktikkan pembuatan pupuk, didukung penuh oleh fasilitasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sumatera Barat.
Febrina Tri Susila Putri, Kepala Balitbangda Sumbar, dalam sambutannya menekankan potensi besar yang dimiliki oleh alam sekitar. “Yang menarik dari pelatihan ini adalah pemanfaatan bahan-bahan lokal yang mudah dijumpai di lingkungan kita sehari-hari. Bahan-bahan ini bisa kita olah menjadi dekomposer dan pupuk organik berkualitas, yang merupakan komponen penting dalam sistem pertanian organik,” ujar Febrina dengan penuh semangat.
Dengan menguasai teknik ini, petani tidak hanya bisa berhemat, tetapi juga mengambil kendali penuh atas kebutuhan pupuk mereka. “Tujuannya jelas: agar petani mampu memproduksi secara mandiri. Dengan demikian, ketergantungan pada pupuk kimia bisa ditekan dan pertanian organik kita semakin maju,” tambahnya.
Mengenal Dekomposer “DD 11”: Si Pengurai Cepat Ramah Lingkungan
Dalam pelatihan tersebut, diperkenalkan sebuah dekomposer unggulan bernama DD 11. Dekomposer ini adalah hasil fermentasi bahan alam yang mengandung konsorsium atau gabungan dari 11 jenis bakteri pengurai unggulan, seperti Nitrobacter dan Azotobacter.
Apa kehebatannya? Febrina memaparkan bahwa DD 11 memiliki kemampuan mengurai bahan organik jauh lebih cepat dibandingkan dekomposer sejenis. Selain itu, dekomposer ini juga sangat efektif dalam menghilangkan bau tidak sedap dari kotoran hewan atau sampah organik, sehingga proses pembuatan kompos menjadi lebih nyaman.
Komitmen Pemerintah Daerah untuk Meningkatkan Kapasitas Petani
Kepala Dispangtan Padang Panjang, Ade Nafrita Anas, menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memberdayakan petani. Ia berharap pelatihan ini dapat secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya organik.
“Harapan kami besar. Ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat langsung diterapkan di lahan masing-masing. Bayangkan, dari bahan dasar yang mudah ditemui, kita bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat untuk kesuburan tanah dan tanaman. Semoga ini menjadi pemantik bagi berkembangnya pertanian organik di Padang Panjang,” tutur Ade Nafrita.
Tidak hanya teori, para peserta juga mendapat pelatihan langsung membuat kompos. Mereka diajarkan memanfaatkan berbagai bahan dasar, mulai dari kotoran hewan ternak hingga sampah rumah tangga organik. Kompos yang dihasilkan pun bisa diperkaya dengan enzim khusus sesuai kebutuhan tanaman, yang sekaligus berfungsi sebagai pencegah alami serangan hama dan penyakit.
Dengan bekal ilmu ini, petani Padang Panjang tidak hanya menjadi konsumen, tetapi naik level menjadi produsen pupuk untuk kebutuhan sendiri. Ini adalah sebuah terobosan yang menjanjikan bagi masa depan pertanian yang lebih mandiri, hijau, dan berkelanjutan di daerah tersebut.





