, ,

Oasis Kreatif Di Tengah Gegap Gempita Digital Kota Padang

by -174 Views

Merawat Bakat, Merajut Budaya: ‘Kelana Akhir Pekan’ Padang Melejitkan Generasi Kreatif dengan Kelas Baru Silat dan Menulis

Laporan Padang Panjang- Di tengah gegap gempita dunia digital, sebuah oasis kreatif justru tumbuh subur di Kota Padang. Program seni “Kelana Akhir Pekan” yang dihelat oleh Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) tidak lagi sekadar program biasa, melainkan telah menjadi magnet bagi ratusan anak muda untuk mengeksplorasi jiwa seni mereka. Memasuki semester keduanya, gelombang antusiasme tak terbendung—sebanyak 103 peserta mendaftar, mengukuhkan program ini sebagai wadah alternatif yang sangat dinantikan.

Oasis Kreatif Di Tengah Gegap Gempita Digital Kota Padang
Oasis Kreatif Di Tengah Gegap Gempita Digital Kota Padang

Baca Juga : Mengoptimalkan Aset Menganggur Untuk Reforma Agraria

Keberhasilan ini memiliki alasannya sendiri

Semester pertama “Kelana Akhir Pekan” sukses melambungkan nama peserta didiknya ke kancah seni yang lebih tinggi. Bagaimana tidak? Karya seni rupa mereka berhasil menembus kurasi bergengsi dan dipamerkan di Galeri Nasional Jakarta melalui ajang Kids Biennale Indonesia 2025. Tidak berhenti di sana, bakat teatrikal mereka juga bersinar dalam berbagai pementasan, seperti “Jam Belajar Tambahan” dan “Indomiii Rasa Rendang/Sambil Menyelam Minum Plastik” yang dipentaskan dari Padang hingga Festival Teater Sumatera III di Palembang.

Kesuksesan inilah yang menjadi katalisator bagi melonjaknya minat dan kepercayaan masyarakat. Sebagai respons, KSNT tak tinggal diam. Pada semester kedua yang bertepatan dengan hari jadinya yang ke-15 tahun ini, komunitas ini memperkaya khasanah kelasnya dengan dua bidang baru yang menggabungkan olah rasa, raga, dan pikiran.

Pertama, Kelas Menulis Kreatif yang akan diasuh oleh dua sastrawan muda berbakat, Mahatma Muhammad dan Karta Kusumah. Kelas ini diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak untuk menuangkan imajinasi dan cerita khas Minang mereka ke dalam tulisan. Kedua, Kelas Silat yang langsung akan dilatih oleh sang ahli, Kiki Nofrijum atau yang akrab disapa Bang Ijum. Kelas ini tidak hanya mengajarkan gerakan bela diri, tetapi juga nilai-nilai filosofi, disiplin, dan keluhuran budaya Minangkabau yang kental.

Respon masyarakat luar biasa, terutama untuk kelas silat yang baru dibuka

Oasis Kreatif Kelas tersebut langsung menjadi primadona dengan jumlah pendaftar mencapai 70 peserta. Sementara itu, kelas-kelas andalan kami yang lain seperti tari, teater, seni rupa, dan musik tetap memiliki peminat yang loyal dan antusias, papar Desvy Sagita, salah satu Wali Kelas Kelana Akhir Pekan, dengan penuh semangat.

Untuk menampung ledakan minat ini, KSNT melakukan penyesuaian operasional. Sebanyak 103 peserta akan dibagi ke dalam kelas-kelas sesuai passion mereka.

Menurut Srikandi Putri, wali kelas lainnya, perjalanan kreatif ini akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. “Filosofi kami tetap sama.Ini adalah proses belajar yang berpusat pada anak, di mana mereka akan mengeksplorasi, berlatih, dan pada akhirnya menunjukkan hasil perjalanan kreatif mereka dalam sebuah Gelar Karya di akhir semester,” jelasnya. “Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan, memperbaiki diri, dan menciptakan ruang yang aman serta inspiratif bagi bibit-bibit seni masa depan Sumatera Barat.”

Dengan semangat baru dan ragam kelas yang lebih kaya, “Kelana Akhir Pekan” tidak sekadar mengisi waktu luang.Program ini telah bertransformasi menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda Padang untuk melestarikan warisan budaya, sekaligus berani berkarya dan bersuara di pentas nasional.Sebuah bukti nyata bahwa seni adalah nafas yang menghidupkan, mempersatukan, dan membawa harapan baru.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.