Unand Gandeng BNPB, Dorong Inovasi Robotika Mahasiswa Masuki Dunia Industri
Laporan Padang Panjang- Panggung nasional untuk inovasi teknologi kembali bergulir. Universitas Andalas (Unand), kampus tertua di luar Pulau Jawa, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2025. Di tengah euforia kompetisi ini, Unand melontarkan seruan strategis kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memperkuat jembatan antara laboratorium kampus dan dunia industri.

Baca Juga : Pasca Musibah PKK Kota Padang Bergerak Cepat Bantu Warga Yang Kehilangan Tempat Tinggal
Prof. Syukri Arief, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unand, dalam sambutannya pada pembukaan KRTI 2025, Jumat lalu, menekankan bahwa hilirisasi atau komersialisasi hasil inovasi mahasiswa adalah langkah krusial yang membutuhkan peran aktif pemerintah.
“Ini merupakan tugas besar dari kementerian. Bagaimana caranya menjembatani hasil-hasil inovasi robotika yang brilian ini agar dapat terhubung langsung dengan dunia industri. Jangan sampai karya-karya cemerlang ini hanya berakhir sebagai piala atau makalah di perpustakaan kampus,” ujar Prof. Syukri dengan penuh semangat.
Sinergi Nyata: Robotika untuk Mitigasi Bencana
Seruan ini bukan tanpa bukti. Unand telah mengambil inisiatif dengan membangun kolaborasi nyata bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam kerja sama bilateral ini, berbagai inovasi robotika, khususnya drone atau pesawat tanpa awak karya mahasiswa Unand, sedang diujicobakan untuk mendukung operasi mitigasi dan penanggulangan bencana.
BNPB dilaporkan menyambut hangat integrasi teknologi ini. Dalam kondisi bencana alam, sering terdapat titik-titik rawan yang terlalu berbahaya atau sulit dijangkau tim penyelamat. Kehadiran drone dinilai dapat menjadi “mata di langit” yang memberikan data real-time, memetakan area terdampak, dan meminimalisir risiko bagi petugas di lapangan.
“BNPB bersama Unand meyakini, pemanfaatan teknologi robotika akan membawa efisiensi dan keselamatan yang lebih besar dalam manajemen bencana. Potensi risiko dapat ditekan, sementara akurasi dan kecepatan respons dapat ditingkatkan,” jelas Prof. Syukri.
Dari Kampus ke Medan Bencana: Aplikasi Konkret Drone Unand
Kiprah robot terbang Unand bukan lagi wacana. Kampus yang diresmikan oleh Wakil Presiden RI pertama, Mohammad Hatta, pada 1956 ini telah membuktikan kemampuan teknologinya. Salah satu drone karya mereka telah berhasil digunakan untuk pemetaan pembukaan lahan baru di wilayah Indonesia bagian barat, menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan.
Lebih dari itu, inovasi ini telah terintegrasi dalam program pendidikan. Khandra Fahmy, Ketua Pelaksana KRTI 2025 yang juga menjabat sebagai Direktur Kemahasiswaan Unand, memaparkan aplikasi langsung teknologi ini dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025.
“Para mahasiswa kami memanfaatkan pesawat tanpa awak untuk memetakan lokasi potensi bencana alam, khususnya yang berhulu dari sungai. Dengan pemetaan yang detail dan akurat, kita dapat mengetahui secara persis area mana yang rawan longsor atau banjir. Data ini menjadi dasar yang sangat penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat,” papar Khandra.
Masa Depan: Kolaborasi Segitiga yang Menjanjikan
Penyelenggaraan KRTI 2025 di Unand tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebuah pernyataan visi. Acara ini menyoroti potensi besar yang dimiliki generasi muda Indonesia dalam bidang sains dan teknologi. Namun, potensi itu membutuhkan ekosistem yang mendukung.





