, ,

Kabupaten Agam Perkenalkan Program Sawah Pokok Murah ke Menteri Pertanian

by -302 Views

Dukungan Kementerian Pacu Laju Pertanian Agam: Bupati Benni Warlis Sampaikan Program Strategis Padi, Kelapa, dan Kopi

Laporan Padang Panjang– Kabupaten Agam semakin mempertegas komitmennya untuk menjadikan sektor pertanian sebagai prime mover perekonomian daerah. Optimisme ini semakin nyata setelah Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian RI mengalokasikan program pengembangan khusus dan dukungan dana untuk tiga komoditas unggulan: padi, kelapa, dan kopi.

Dalam sebuah pertemuan strategis di Jakarta Selatan, Rabu (10 September), Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, secara langsung menyampaikan berbagai program andalan pemkab setempat kepada Menteri Pertanian. Pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif itu tidak hanya menghasilkan komitmen alokasi program, tetapi juga membuka pintu bagi kunjungan kerja menteri ke bumi Agam untuk menyaksikan langsung potensi pertanian yang dimiliki.

Sinergi Pusat-Daerah: Katalisator Pertanian Modern

Bupati Benni Warlis mengungkapkan bahwa alokasi program dari Kementerian merupakan kabar gembira sekaligus peluang besar bagi petani di Agam. Program ini tidak hanya berupa bimbingan teknis, tetapi juga dilengkapi dengan dukungan dana langsung dari pusat ke daerah, yang akan mempermudah proses penyaluran dan eksekusi di lapangan.

Kabupaten Agam Perkenalkan Program Sawah Pokok Murah ke Menteri Pertanian
Kabupaten Agam Perkenalkan Program Sawah Pokok Murah ke Menteri Pertanian

Baca Juga: Sebuah Musibah Malam Minggu: Kecelakaan Bus Cabik Nyawa Dua Atlet Berbakat Karate Sumut

“Ini momentum penting bagi kita. Dengan dukungan Kementerian, kita bisa memperkuat sektor unggulan daerah, meningkatkan produksi padi, kelapa, dan kopi, serta memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” tegas Bupati Benni Warlis dengan penuh semangat.

Menurutnya, dukungan ini akan menjadi katalisator untuk mempersiapkan petani menghadapi tantangan pertanian modern, seperti perubahan iklim, kebutuhan bibit unggul, dan efisiensi rantai distribusi. Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Pemerintah Daerah akan segera memetakan dan mempersiapkan kelompok tani terpilih serta lokasi pengembangan yang akan menjadi pusat percontohan kegiatan.

Sawah Pokok Murah (SPM): Inovasi Agam yang Disambut Positif

Tidak hanya menyampaikan laporan, dalam kesempatan tersebut, Bupati Benni Warlis juga memperkenalkan sebuah program inovatif karya Pemkab Agam yang disebut Sawah Pokok Murah (SPM). Program ini dirancang untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya beras, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani padi melalui mekanisme subsidi yang tepat sasaran.

Yang membanggakan, penyampaian konsep SPM ini mendapat respon sangat positif dari Menteri Pertanian. Sang Menteri bahkan menyatakan ketertarikannya terhadap konsep pembangunan pertanian yang ditawarkan Agam dan berencana untuk melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Agam dalam waktu dekat. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau lebih jauh potensi dan inovasi pertanian yang telah diimplementasikan di lapangan.

“Respon positif dari Ibu Menteri adalah bentuk pengakuan bahwa langkah-langkah yang kita ambil sejalan dengan visi pembangunan pertanian nasional. Kunjungan beliau nantinya akan menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan semangat dan kekuatan petani Agam,” ujar Bupati Benni.

Memperkokoh Posisi Agam sebagai Lumbung Pangan Sumbar

Kabupaten Agam sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra produksi pertanian terpenting di Sumatra Barat. Lahan subur yang membentang dari dataran tinggi hingga pesisir menyimpan potensi besar. Komoditas kopi Agam, terutama dari daerah sekitar Gunung Marapi, telah dikenal memiliki cita rasa khas. Sementara kelapa dan padi menjadi penopang hidup bagi ribuan keluarga petani.

Dengan sinergi strategis antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Pertanian ini, Pemkab Agam berharap dapat mempercepat laju pembangunan pertanian berkelanjutan. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan kuantitas produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas, pengolahan hasil (hilirisasi), dan pemasaran yang lebih luas.

“Sinergi ini bukan sekadar program tahunan, melainkan langkah strategis jangka panjang. Target kami adalah memperkokoh posisi Agam sebagai lumbung pangan dan penghasil komoditas perkebunan unggulan yang diperhitungkan di tingkat nasional,” pungkas Bupati Benni Warlis.

Dukungan penuh dari pemerintah pusat diibaratkan sebagai angin segar yang mengisi layar kapal. Kini, tinggal bagaimana seluruh stakeholder, termasuk petani, kelompok tani, dan pemerintah daerah, bersinergi mendayung kapal tersebut menuju kemandirian dan kesejahteraan pertanian yang berkelanjutan. Masa depan pertanian Agam tampak cerah dan penuh harapan.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.